Perlukah Kita Berempati ?

Lama tidak menulis di blog ini karena disibukkan oleh tugas kuliah yang banyak luar biasa😦, kamis (5/5/2011) kemarin saya meliput anak-anak jalanan yang sering terdapat diperempatan jalan khususnya di perempatan jalan Ahmad Yani-Laswi dan Gatot Subroto-BKR untuk keperluan tugas akhir membuat iklan layanan masyarakat.

Saya melihat dengan jelas bagaimana keadaan mereka yang tidak terurus, jangankan untuk sekolah untuk makan pun rasanya harus berjuang keras. Saya meminta izin kepada seorang ibu yang duduk di warung dekat perempatan yang merupakan “pengelola” anak jalanan sekitar situ. Setelah diperbolehkan saya pun meliput semua kegiatan yang dilakukan anak jalanan disitu mulai dari mengamen, meminta-minta, atau hanya sekedar duduk dipinggir marka jalan. Dan ternyata kebanyakan dari anak jalanan yang saya jumpai adalah anak-anak kecil yang semestinya mendapat perhatian lebih pemerintah, baik dari pendidikan maupun kesehatan.

Hari itu saya merasa sangat berempati kepada para anak jalanan, karena kegigihan mereka memperjuangkan hidup. Setalah selesai meliput saya pun pamit kepada ibu dan para anak jalanan sekitar situ dan memberi jajanan ala kadarnya.

Keesokan harinya ketika saya berangkat menuju kampus, diperempatan jalan Moh Toha-BKR ketika lampu merah saya melihat seorang pengendara motor pria membonceng dua anak jalanan yang memegang gitar, yang satu diturunkan di perempatan itu dan yang satu lagi dibawa entah ke mana. Setelah turun dari motor, anak jalanan itu pun langsung mengamen diperempatan jalan. Tidak hanya saya yang melihat, pengendara motor disamping saya pun aneh melihatnya, kami saling terkejut dan tersenyum. Hebat sekali para pengamen bisa memiliki sepeda motor keluaran terbaru (Yamaha Vega ZR) hanya dengan meminta-minta yang menurunkan harga diri mereka. Bahkan agama Islam pun melarang umatnya meminta-minta tetapi harus berjuang keras dengan cara halal.

Jadi, perlukah kita berempati ?

5 responses to “Perlukah Kita Berempati ?

  1. menurut ane boleh bro..
    bersedekah juga bukan hal yang buruk kan bro??

  2. berempati perlu tetapi kesiapa dulu,kalau ke anak2 seperti yg di ceritakan rasanya …….malah harus di beri pelajaran bahwa hidup itu harus tertib,jangan asal hidup aja,malah mereka itu kan terorganisir…mestinya hal seperti itu dibersihkan oleh pemerintah dan anak2 yg seperti itu menjadi kewajiban dan tanggungan pemerintah

  3. kasian sih, apalagi kalo ngeliat bayi masih dibawah umur satu taun dianjak ngemis, saya pernah liat di perempatan kopo-sukarno hatta, tu bayi digendong pake kaen lusuh jam 5 pagi..sementara negbayangin anak saya sendiri yang baru umur 6 bulan masih bergelung hangat dipelukan ibunya..hh..jadi terharu juga.. nitip : http://triclaksono.wordpress.com/2011/05/10/susahnya-ingin-tertib-di-jalan-raya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s